<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5866408420395573635</id><updated>2011-07-30T10:22:39.203-07:00</updated><title type='text'>Berita Karambia Mudo</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5866408420395573635.post-7757351524208237365</id><published>2011-04-23T02:26:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T02:30:39.861-07:00</updated><title type='text'>PSK Blitar Bakal Dapat Pesangon Rp10 Juta</title><content type='html'>&lt;div class="news"&gt;           &lt;p&gt;           &lt;strong&gt;BLITAR&lt;/strong&gt;- Pemerintah Kabupaten Blitar tidak  akan mengubah kebijakannya untuk menutup lokalisasi di Kabupaten Blitar.  Sesuai dengan janji dan kesepakatan awal, seluruh kegiatan di  lokalisasi akan diakhiri pada  bulan Juni 2011 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk program "pensiun" dini tersebut, setiap pekerja seks komersial (PSK) diberi pesangon sekitar Rp5 juta-Rp10 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dana  yang diberikan itu sebagai pembinaan penghuni lokalisasi yang  meninggalkan profesi lamanya," ujar Wakil Ketua Komite Pelarangan  Prostitusi dan Penanganan Wanita Tuna Susila dan Pria Tuna Susila (KP3  WTS/PTS) Kabupaten Blitar  Hendi Budi Yuantoro Jumat (22/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  pembinaan yang dilakukan KP3 WTS PTS diketahui jika 200 PSK yang  tersebar di komplek pelacuran Poluhan, Kecamatan Srengat, lokalisasi  Tanggul, Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun dan lokalisasi Ngreco,  Kecamatan Selorejo  memiliki beragam cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 'skill'  menjual diri mereka diakhiri, kepada petugas Pembina, tidak sedikit   wanita tuna susila  yang menyatakan berharap bisa memiliki usaha tata  rias kecantikan, termasuk menjadi penjahit. "Ada pula yang berniat  membuka warung makanan di kampungnya," terang Hendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  diskusi yang dilakukan  KP3 WTS/PTS dengan Badan Pusat Statistik (BPS)  setempat diketahui jika untuk usaha kecil menengah (home industri) modal  awal yang dibutuhkan mencapai Rp 4-5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mendirikan  warung, eks PSK ini juga memerlukan modal untuk mengisi dagaganya.  Sedangkan untuk menjadi seorang penjahit, dana minimal yang diperlukan  sebesar Rp 3-5 juta. Selain untuk membeli alat produksi (mesin jahit),  setiap penjahit masih bergantung pada dana operasional awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam hal ini kebutuhan terbesar ada pada usaha salon yang membutuhkan anggaran Rp 7,5 juta- Rp 10 juta," terang Hendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara  tekhnis, para eks PSK ini tidak dilepas begitu saja. Mereka akan terus  didmapingi hingga dianggap benar-benar mampu berdikari. "Pada fase  sebelum mandiri ini kita juga mewacanakan program jaminan hidup (jadup).  Yakni diberikan kepada PSK setiap bulan sampai benar-benar bisa  mandiri," terangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lanjut Hendi, seluruh dana yang  dikucurkan nanti hanya khusus untuk PSK yang tercatat sebagai warga  Kabupaten Blitar. Jumlahnya sebanyak 50an orang. Untuk PSK warga luar  Blitar, KP3 akan mengembalikan ke masing-masing daerah. "Dalam hal ini  kami koordinasi dengan daerah masing-masing, termasuk propinsi Jawa  Timur," pungkasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, direktur NGO The Post  Institute Mawan Mahyuddin berharap langkah yang dilakukan KP3 WTS PTS  jangan sampai mengebiri hak dari para PSK. Jangan sampai penutupan  tersebut justru akan menimbulkan permasalahan baru. "Misalnya semakin  meluasnya praktik prostitusi liar, itu juga patut diwaspadai. Yang perlu  diingat mereka (PSK) memiliki hak hidup yang setara," ujarnya singk&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;at. &lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;[Solichan Arif/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Koran SI/ Ugo]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber: http://news.okezone.com/read/2011/04/22/340/449059/psk-blitar-bakal-dapat-pesangon-rp10-juta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;          &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5866408420395573635-7757351524208237365?l=adilwandi-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/feeds/7757351524208237365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2011/04/psk-blitar-bakal-dapat-pesangon-rp10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/7757351524208237365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/7757351524208237365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2011/04/psk-blitar-bakal-dapat-pesangon-rp10.html' title='PSK Blitar Bakal Dapat Pesangon Rp10 Juta'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5866408420395573635.post-2414443904988453858</id><published>2011-04-23T02:23:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T02:25:13.037-07:00</updated><title type='text'>Kartini Sepi Perayaan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Suara Kampus-&lt;/strong&gt;Hari kartini merupakan hari yang  diperangati untuk mengenang semangat juang kartini dalam memerdekakan  hak kaum perempuan. Namun, dalam memperingatinya tidak semua instansi  pemerintahan maupun lembaga-lembaga pendidikan yang turut serta termasuk  IAIN IB Padang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini senada dengan yang dilontarkan oleh Ketua Jurusan Al-Ahwal  asy syakhsiyyah Dra.Gusnida, Kamis 21 April 2011, “di kampus ini tidak  pernah diadakan sebuah acara untuk memperingati hari kartini, baik itu  dalam bentuk upacara atau pun wajib batik”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika ditanya mengenai semangat juang Kartini, dengan cepat Ia  menjawab, “Kalau tidaklah Kartini merintis kebebasan bagi wanita untuk  mengenyam pendidikan tinggi, belum akan secepat ini perkembangan wanita  dalam ilmu pengetahuan dan pekerjaan, baik di Instansi Pemerintahan  maupun Swasta”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut penuturan salah seorang Mahasiswi Muamalat Fakultas Syari’ah,  hari kartini tidak terlalu signifikan untuk diperingati, tapi maknanya  yang harus lebih ditanamkan, “hari kartini tidak pernah saya peringati  seperti hari-hari besar lainnya, tapi ketika datang hari kartini, saya  teringat semangat juangnya dan mencoba menanamkannya dalam hidup yang  keras ini”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Yang penting nilai semangatnya, bukan perayaannya”, tutupnya.&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt; [Gita Jonelva]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber: &lt;a href="http://suarakampus.com/?mod=berita&amp;amp;se=detil&amp;amp;id=242"&gt;http://suarakampus.com/?mod=berita&amp;amp;se=detil&amp;amp;id=242&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5866408420395573635-2414443904988453858?l=adilwandi-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/feeds/2414443904988453858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2011/04/kartini-sepi-perayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/2414443904988453858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/2414443904988453858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2011/04/kartini-sepi-perayaan.html' title='Kartini Sepi Perayaan'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5866408420395573635.post-7815744024714712290</id><published>2011-04-23T02:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T02:09:16.788-07:00</updated><title type='text'>Densus 88 Ringkus Juru Kamera Global TV</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Detasemen Khusus 88 Mabes  Polri pada Jumat (22/4/2011) meringkus orang ke-20 yang diduga terlibat  teroris bom buku di berbagai tempat dan bom di dekat Gereja Christ  Cathedral Serpong, Tangerang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lelaki yang diringkus itu berinisial IF, dan disebutkan sebagai juru kamera di studio &lt;em&gt;Global TV&lt;/em&gt;. Hingga kini, pihak &lt;em&gt;Global TV &lt;/em&gt;belum bisa memastikan karyawannya ikut ditangkap Densus Antiteror 88 ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak &lt;em&gt;Global TV &lt;/em&gt;segera memastikan kabar tersebut dengan mengkonfirmasi pihak Mabes Polri. Direktur Pemberitaan &lt;em&gt;Global TV, &lt;/em&gt;Arya Mahendra Sinulingga, mengaku telah menghubungi polisi untuk memastikan kebenaran kabar yang didapat pihak redaksi &lt;em&gt;Global TV, &lt;/em&gt;Jmat sore.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  "Dari nama cocok. Selain itu, kami sudah cek ke keluarganya dan mereka  tidak tahu keberadaan yang bersangkutan. Hari ini dia juga tidak  bekerja," ujar Arya Mahendra Sinulinggi di Jakarta, Jumat (22/4/2011)  malam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Arya menegaskan lagi, "Secara nama memang cocok. Tapi kami  akan cek secara fisik. Malam ini juga kami akan ke Mabes untuk melihat  langsung yang bersangkutan." &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum Penerangan Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar tidak menjawab pesan singkat dari &lt;em&gt;Tribunnews.com. &lt;/em&gt;Namun, Arya mengaku sudah mendapat jawaban dari Boy Rafli. "Iya, Pak Boy membenarkannya," ungkap Arya. &lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;[Abdul Qodir]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: right; color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2011/04/23/01540368/Densus.88.Ringkus.Juru.Kamera.Global.TV.#&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5866408420395573635-7815744024714712290?l=adilwandi-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/feeds/7815744024714712290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2011/04/densus-88-ringkus-juru-kamera-global-tv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/7815744024714712290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/7815744024714712290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2011/04/densus-88-ringkus-juru-kamera-global-tv.html' title='Densus 88 Ringkus Juru Kamera Global TV'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5866408420395573635.post-777475456082368515</id><published>2010-01-31T05:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T05:23:28.500-08:00</updated><title type='text'>Keluarga Pimpinan Ponpes Bantah Tuduhan Sodomi</title><content type='html'>&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;Carolina - Okezone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TANGERANG&lt;/span&gt; - Keluarga HR, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman membantah tuduhan bahwa HR telah melakukan sodomi terhadap sepuluh santrinya, sebelum ada bukti berupa visum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik HR, Makmun (40) membantah tuduhan itu saat ditemui di kediamannya yang terletak di sebelah Ponpes yang beralamat di Jalan Cikini Dalam, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Minggu (31/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, da tidak menampik bahwa HR pernah mencium dan meraba tubuh korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HR mengaku hanya meraba saja dan tidak melakukan sodomi. Kami percaya karena dia berani bersumpah membawa nama Allah dan berani disumpah di atas Alquran. Dan sebelumnya kakak saya sudah minta maaf kepada tujuh keluarga korban bahkan kami sudah menganggap kasus ini selesai secara kekeluargaan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Makmun heran tudingan itu muncul kembali. Bahkan dia juga membantah memberikan sejumlah uang tutup mulut sebesar Rp60 juta kepada keluarga korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirinya hanya menawarkan biaya pendidikan untuk kuliah kepada salah satu keluarga korban sebesar Rp5 juta. Namun sampai saat ini belum ada jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak pernah memberikan uang sebesar Rp60 juta agar kasus ini tidak mencuat. Kami selalu terbuka dan jika nantinya kakak saya bersalah saya tidak akan menghalang-halangi jika dilakukan proses hukum. Namun tentu saja, semua perlu pembuktian misalnya adanya visum,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di matanya, HR yang merupakan PNS guru di Cengakareng merupakan sosok kakak yang baik dan sangat lembut dalam tutur dan bahasa serta banyak membantu kepada warga sekitar. Tidak hanya itu saja, kelembutannya tersebut dirasanya lebih mengarah kepada keibuan sehingga HR lebih banyak dekat dengan ibu-ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kakak saya memang keibuan, dan kami ingin agar kasus ini bisa selesai secepatnya. Kami tidak akan menghalangi jika kakak saya memang melakukan hal itu. Namun semua harus dibuktikan dulu,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(lsi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Sumber: http://news.okezone.com/read/2010/01/31/338/299363/keluarga-pimpinan-ponpes-bantah-tuduhan-sodomi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5866408420395573635-777475456082368515?l=adilwandi-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/feeds/777475456082368515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2010/01/keluarga-pimpinan-ponpes-bantah-tuduhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/777475456082368515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/777475456082368515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2010/01/keluarga-pimpinan-ponpes-bantah-tuduhan.html' title='Keluarga Pimpinan Ponpes Bantah Tuduhan Sodomi'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5866408420395573635.post-3675129345502952858</id><published>2010-01-31T05:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T05:05:40.704-08:00</updated><title type='text'>Misteri Rokok Meledak, Polisi Akan Periksa Distributor &amp; Pabrik Clas Mild</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;E Mei Amelia R - detikNews&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; - Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam insiden meledaknya rokok Clas Mild yang tengah dihisap Andi Susanto. Ke depan, polisi akan memeriksa pihak distributor dan pabrik pembuat rokok Clas Mild.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah enam saksi kita periksa. Termasuk nanti kita akan periksa distributor dan pabriknya,” kata Kepala Polres Bekasi Kabupaten, Ajun Komisaris Besar heri Wibowo kepada detikcom, Minggu (31/1/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam saksi yang telah dimintai keterangan di antaranya korban, saksi yang melihat, toko yang menjual rokok serta agen rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Heri menambahkan, rokok yang dibeli Andi masih dalam keadaan tertutup segel. Untuk itu, pihaknya akan memeriksa sisa batangan rokok yang&lt;br /&gt;tidak dihisap Andi untuk mengetahui apakah ada kandungan bahan peledak di dalamnya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah jenis potasium atau bahan peledak apa,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden meledaknya rokok yang dihisap Andi membuat Andi terluka parah di bagian bibirnya. Tidak hanya itu, 5 gigi Andi juga rompal akibat ledakan tersebut. “Bahkan korban sempat pingsan,” tandas Heri.&lt;br /&gt;(mei/mad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/01/31/191528/1289827/10/polisi-akan-periksa-distributor-pabrik-clas-mild?991101605&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5866408420395573635-3675129345502952858?l=adilwandi-berita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/feeds/3675129345502952858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2010/01/misteri-rokok-meledak-polisi-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/3675129345502952858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5866408420395573635/posts/default/3675129345502952858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adilwandi-berita.blogspot.com/2010/01/misteri-rokok-meledak-polisi-akan.html' title='Misteri Rokok Meledak, Polisi Akan Periksa Distributor &amp; Pabrik Clas Mild'/><author><name>adil wandi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07514278593622095189</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-9H97D0v0D9M/TbJy8xz3I4I/AAAAAAAAAaQ/3Y4AcWVCTFU/s220/ADILWANDI-tambud.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
