Sabtu, 23 April 2011

PSK Blitar Bakal Dapat Pesangon Rp10 Juta

BLITAR- Pemerintah Kabupaten Blitar tidak akan mengubah kebijakannya untuk menutup lokalisasi di Kabupaten Blitar. Sesuai dengan janji dan kesepakatan awal, seluruh kegiatan di lokalisasi akan diakhiri pada bulan Juni 2011 mendatang.

Untuk program "pensiun" dini tersebut, setiap pekerja seks komersial (PSK) diberi pesangon sekitar Rp5 juta-Rp10 juta.

"Dana yang diberikan itu sebagai pembinaan penghuni lokalisasi yang meninggalkan profesi lamanya," ujar Wakil Ketua Komite Pelarangan Prostitusi dan Penanganan Wanita Tuna Susila dan Pria Tuna Susila (KP3 WTS/PTS) Kabupaten Blitar Hendi Budi Yuantoro Jumat (22/4/2011).

Dari pembinaan yang dilakukan KP3 WTS PTS diketahui jika 200 PSK yang tersebar di komplek pelacuran Poluhan, Kecamatan Srengat, lokalisasi Tanggul, Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun dan lokalisasi Ngreco, Kecamatan Selorejo memiliki beragam cita-cita.

Setelah 'skill' menjual diri mereka diakhiri, kepada petugas Pembina, tidak sedikit wanita tuna susila yang menyatakan berharap bisa memiliki usaha tata rias kecantikan, termasuk menjadi penjahit. "Ada pula yang berniat membuka warung makanan di kampungnya," terang Hendi.

Dari diskusi yang dilakukan KP3 WTS/PTS dengan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat diketahui jika untuk usaha kecil menengah (home industri) modal awal yang dibutuhkan mencapai Rp 4-5 juta.

Selain mendirikan warung, eks PSK ini juga memerlukan modal untuk mengisi dagaganya. Sedangkan untuk menjadi seorang penjahit, dana minimal yang diperlukan sebesar Rp 3-5 juta. Selain untuk membeli alat produksi (mesin jahit), setiap penjahit masih bergantung pada dana operasional awal.

"Dalam hal ini kebutuhan terbesar ada pada usaha salon yang membutuhkan anggaran Rp 7,5 juta- Rp 10 juta," terang Hendi.

Secara tekhnis, para eks PSK ini tidak dilepas begitu saja. Mereka akan terus didmapingi hingga dianggap benar-benar mampu berdikari. "Pada fase sebelum mandiri ini kita juga mewacanakan program jaminan hidup (jadup). Yakni diberikan kepada PSK setiap bulan sampai benar-benar bisa mandiri," terangnya.

Namun, lanjut Hendi, seluruh dana yang dikucurkan nanti hanya khusus untuk PSK yang tercatat sebagai warga Kabupaten Blitar. Jumlahnya sebanyak 50an orang. Untuk PSK warga luar Blitar, KP3 akan mengembalikan ke masing-masing daerah. "Dalam hal ini kami koordinasi dengan daerah masing-masing, termasuk propinsi Jawa Timur," pungkasnya.

Sementara itu, direktur NGO The Post Institute Mawan Mahyuddin berharap langkah yang dilakukan KP3 WTS PTS jangan sampai mengebiri hak dari para PSK. Jangan sampai penutupan tersebut justru akan menimbulkan permasalahan baru. "Misalnya semakin meluasnya praktik prostitusi liar, itu juga patut diwaspadai. Yang perlu diingat mereka (PSK) memiliki hak hidup yang setara," ujarnya singkat. [Solichan Arif/Koran SI/ Ugo]

Sumber: http://news.okezone.com/read/2011/04/22/340/449059/psk-blitar-bakal-dapat-pesangon-rp10-juta


Kartini Sepi Perayaan

Suara Kampus-Hari kartini merupakan hari yang diperangati untuk mengenang semangat juang kartini dalam memerdekakan hak kaum perempuan. Namun, dalam memperingatinya tidak semua instansi pemerintahan maupun lembaga-lembaga pendidikan yang turut serta termasuk IAIN IB Padang.

Hal ini senada dengan yang dilontarkan oleh Ketua Jurusan Al-Ahwal asy syakhsiyyah Dra.Gusnida, Kamis 21 April 2011, “di kampus ini tidak pernah diadakan sebuah acara untuk memperingati hari kartini, baik itu dalam bentuk upacara atau pun wajib batik”.

Ketika ditanya mengenai semangat juang Kartini, dengan cepat Ia menjawab, “Kalau tidaklah Kartini merintis kebebasan bagi wanita untuk mengenyam pendidikan tinggi, belum akan secepat ini perkembangan wanita dalam ilmu pengetahuan dan pekerjaan, baik di Instansi Pemerintahan maupun Swasta”.

Menurut penuturan salah seorang Mahasiswi Muamalat Fakultas Syari’ah, hari kartini tidak terlalu signifikan untuk diperingati, tapi maknanya yang harus lebih ditanamkan, “hari kartini tidak pernah saya peringati seperti hari-hari besar lainnya, tapi ketika datang hari kartini, saya teringat semangat juangnya dan mencoba menanamkannya dalam hidup yang keras ini”.

“Yang penting nilai semangatnya, bukan perayaannya”, tutupnya. [Gita Jonelva]

Sumber: http://suarakampus.com/?mod=berita&se=detil&id=242

Densus 88 Ringkus Juru Kamera Global TV

JAKARTA, KOMPAS.com - Detasemen Khusus 88 Mabes Polri pada Jumat (22/4/2011) meringkus orang ke-20 yang diduga terlibat teroris bom buku di berbagai tempat dan bom di dekat Gereja Christ Cathedral Serpong, Tangerang.

Lelaki yang diringkus itu berinisial IF, dan disebutkan sebagai juru kamera di studio Global TV. Hingga kini, pihak Global TV belum bisa memastikan karyawannya ikut ditangkap Densus Antiteror 88 ini.

Pihak Global TV segera memastikan kabar tersebut dengan mengkonfirmasi pihak Mabes Polri. Direktur Pemberitaan Global TV, Arya Mahendra Sinulingga, mengaku telah menghubungi polisi untuk memastikan kebenaran kabar yang didapat pihak redaksi Global TV, Jmat sore.

"Dari nama cocok. Selain itu, kami sudah cek ke keluarganya dan mereka tidak tahu keberadaan yang bersangkutan. Hari ini dia juga tidak bekerja," ujar Arya Mahendra Sinulinggi di Jakarta, Jumat (22/4/2011) malam.

Arya menegaskan lagi, "Secara nama memang cocok. Tapi kami akan cek secara fisik. Malam ini juga kami akan ke Mabes untuk melihat langsung yang bersangkutan."

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum Penerangan Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar tidak menjawab pesan singkat dari Tribunnews.com. Namun, Arya mengaku sudah mendapat jawaban dari Boy Rafli. "Iya, Pak Boy membenarkannya," ungkap Arya. [Abdul Qodir]

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2011/04/23/01540368/Densus.88.Ringkus.Juru.Kamera.Global.TV.#